KABAREKONOMI.CO.ID, KARIMUN – Tak banyak yang mengetahui bahwa di sudut barat Kepulauan Riau, tepatnya di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, tersimpan sebuah anugerah alam yang mengalir tanpa henti dari perut bumi.
Air panas alami bersuhu sekitar 53 derajat Celsius itu menghadirkan sensasi relaksasi di tengah rimbunnya pepohonan dan suasana pedesaan yang masih asri.
Destinasi ini menjadi salah satu pemberhentian istimewa saat Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mendampingi rombongan Komisi IX DPR RI, bersama Bupati Karimun Iskandarsyah dan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, usai meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T.
Begitu tiba di kawasan pemandian, semburat uap hangat tampak mengepul dari kolam-kolam yang mendapat pasokan langsung dari mata air alami. Gemericik air berpadu dengan udara segar khas kawasan pesisir menciptakan suasana yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Yang membuatnya berbeda, mata air panas di Tanjung Hutan tidak mengandung belerang. Airnya jernih, nyaman untuk berendam, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam sekaligus melepas penat.
“Ini tempat pemandian air panas yang luar biasa. Suhunya sekitar 53 derajat Celsius dan tidak mengandung belerang. Masyarakat Kepri maupun dari luar daerah wajib datang untuk merasakan sendiri keunikannya,” ujar Nyanyang saat ditemui disela-sela kunjungannya pada Rabu (8/7/2026) siang.
Di sela kunjungan, Nyanyang mengajak masyarakat untuk melihat sisi lain Kepulauan Riau. Selama ini provinsi tersebut lebih dikenal dengan pantai, pulau-pulau eksotis, serta wisata baharinya. Padahal, Karimun juga memiliki wisata geothermal alami yang tak kalah menarik.
Letaknya yang strategis di kawasan perbatasan, berdekatan dengan Singapura, Malaysia, Batam, dan daratan Sumatra, menjadi modal besar untuk mengembangkan destinasi ini sebagai magnet baru pariwisata.
Bagi pencinta wisata alam, Tanjung Hutan menawarkan pengalaman yang sederhana namun berkesan. Berendam di kolam air panas alami sambil menikmati hijaunya pepohonan menjadi cara menikmati waktu yang sulit ditemukan di destinasi wisata modern.
Potensi inilah yang diharapkan terus dikembangkan melalui dukungan pemerintah dan masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, kuliner, hingga penginapan dan jasa transportasi.
Di balik tenangnya Desa Tanjung Hutan, Karimun menyimpan sebuah cerita tentang kekayaan alam yang belum banyak tersentuh. Sebuah destinasi yang bukan sekadar menawarkan kehangatan air dari perut bumi, tetapi juga kehangatan keramahan masyarakat pesisir yang siap menyambut setiap pengunjung yang datang.(Iman Suryanto)
