“Pertanian modern tidak lagi identik dengan cara konvensional. Kita dorong pemanfaatan teknologi, sistem terpadu, dan pola pikir kewirausahaan agar anak-anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan,” lanjutnya.
Momentum kerja sama ini juga tidak terlepas dari semarak kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang tengah berlangsung di lokasi yang sama. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebelumnya telah resmi membuka Jamnas XII bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi ribuan generasi muda untuk mengasah keterampilan, termasuk di bidang pertanian dan teknologi tepat guna.
Jamnas XII yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 ini diikuti tidak kurang dari 25 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Bahkan, kegiatan ini juga diramaikan oleh delegasi mancanegara dari negara tetangga seperti Malaysia dan Timor Leste.
Beragam kegiatan menarik turut mewarnai jambore, mulai dari karnaval budaya, baris-berbaris, hingga pertunjukan formasi tongkat pramuka yang melibatkan ribuan peserta. Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai aktivitas terpadu seperti inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, uji ketangkasan, hingga eksplorasi alam terbuka.
Dalam konteks tersebut, kehadiran HKTI melalui kerja sama ini dinilai sangat relevan untuk memperkuat peran Pramuka sebagai agen perubahan di bidang ketahanan pangan.
Nyanyang berharap, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi mampu melahirkan program nyata di daerah, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau.
