KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kota Batam kembali menyiapkan langkah besar untuk memperkuat daya saing ekonomi dan pariwisata. Melalui konsep New Nagoya, Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan lahirnya kawasan mixed-use terbesar yang menghubungkan pelabuhan internasional hingga pusat komersial baru.
Gagasan tersebut disampaikan Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, dalam dialog radio bertema “New Nagoya, Ambisi Ekonomi Baru Batam” pada Rabu (15/4/2026) pagi.
Menurut Mouris, konsep New Nagoya merupakan bagian dari visi pimpinan daerah untuk mempercepat pembangunan Batam melalui penetapan Wilayah Pengembangan Prioritas (WPP).
Penentuan WPP ini dilakukan untuk memastikan pembangunan lebih fokus, terarah, dan memberikan dampak ekonomi nyata dalam lima tahun ke depan.
“Ini ide dari BP Batam, lebih tepatnya dari Pak Amsakar dan Ibu Li Claudia. Beliau punya visi menjadikan Batam jauh lebih maju dengan menentukan kawasan prioritas mana yang perlu dibangun lebih dulu,” jelasnya.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan Batam tidak lagi berjalan sporadis, melainkan melalui strategi kawasan yang saling terhubung dan berorientasi investasi.
Konsep New Nagoya bertumpu pada penghubung dua magnet ekonomi utama. Magnet pertama adalah Harbour Bay, pintu masuk wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Dimana kawasan ini dinilai strategis karena menjadi wajah pertama Batam bagi wisatawan yang datang melalui jalur laut.
Magnet kedua adalah pengembangan pusat komersial besar oleh investor swasta, yakni Pakuwon Group, yang akan membangun Pakuwon Mall di kawasan Tanjung Uma menuju arah Baloi. Kedua titik tersebut akan dihubungkan menjadi satu koridor ekonomi yang hidup dan terintegrasi.
