Nyanyang menjelaskan, program pasar murah ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Khusus komoditas beras, jumlah yang disiapkan diperkirakan mencapai dua hingga tiga ton, menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang datang ke stan Bulog.
“Jadi, di situ tidak ada keuntungan, tetapi kita jual sesuai dengan harga grosir,” katanya.
Skema tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung upaya menjaga daya beli rumah tangga.
HKTI Dorong Penguatan Produksi Pangan Lokal
Selain menghadirkan pasar murah, HKTI Kepri juga mendorong peningkatan kapasitas produksi pertanian lokal agar daerah semakin mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Nyanyang mengatakan pihaknya akan memperjuangkan dukungan pemerintah pusat berupa bantuan bibit, pupuk, serta pendampingan bagi petani. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
“HKTI Kepri juga mendorong penguatan sektor pertanian lokal,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan produksi pangan lokal juga dibutuhkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat.
Karena itu, HKTI Kepri akan berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi maupun kota untuk mendorong pemenuhan kebutuhan pangan, baik nabati maupun hewani, dari sumber produksi yang tersedia di daerah.
Penguatan rantai pasok pangan lokal diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani sekaligus membantu menjaga kesinambungan pasokan bagi berbagai program pemerintah.
