“Peran generasi muda yang melek investasi diharapkan mampu berinvestasi dengan bijak di pasar modal dan tentunya yang paling penting dapat terhindar dari penipuan berkedok investasi yang saat ini sedang marak di media sosial,” ujar Inarno.
Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 yang digelar di Purwokerto ini dilakukan pada 27–29 Agustus 2025 dan digelar OJK bersinergi dengan Self-Regulatory Organizations (SRO), yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya OJK dalam memperkuat pemahaman masyarakat serta mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan bagi perusahaan, UKM, dan masyarakat.
Penyelenggaraan SEPMT 2025 di Purwokerto juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, yang menegaskan komitmen OJK dan SRO dalam memperluas akses serta memperkuat kontribusi pasar modal bagi pembangunan ekonomi nasional.
Kegiatan juga dihadiri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia Iding Pardi, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat, Rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq, dan Kepala OJK Purwokerto, Haramain Billady.
Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Sodiq mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Umum di Universitas Jenderal Soedirman yang dapat meningkatkan literasi finansial mahasiswa khususnya di bidang pasar modal serta kewaspadaan atas pinjaman online yang tidak bertanggung jawab.
“Kami sangat berharap adik-adik melalui materi pada kuliah umum hari ini tingkatkan literasi untuk diri sendiri, literasi untuk saudara-saudara, teman sebaya dan juga kalau anda pulang ke kampung halaman, berikan edukasi nanti yang diperoleh melalui materi pada hari ini,” kata Akhmad.