OJK Soroti Risiko Global, Indonesia Bertahan dengan Pertumbuhan 5,04 Persen

“Permintaan global yang lemah dan belum pulihnya konsumsi rumah tangga menjadi faktor yang menahan laju perbaikan perekonomian dunia,” jelasnya.

Kondisi ini, menurut Mahendra, membuat situasi global semakin rentan terhadap guncangan. Oleh karena itu, negara dengan basis permintaan domestik yang kuat memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan momentum pemulihan.

Bacaan Lainnya

Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Eksternal

Dalam konteks ini, Indonesia dinilai tampil relatif solid. Mahendra menyoroti bahwa ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,04% (yoy) pada triwulan III 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas manufaktur yang terus berada di zona ekspansi, sebagaimana tercermin dari tren PMI nasional.

Stabilitas ini dianggap sebagai bukti bahwa fondasi ekonomi domestik Indonesia cukup kuat menghadapi tekanan eksternal. Namun ia menegaskan, kekuatan tersebut tetap perlu dijaga dengan kebijakan yang tepat dan responsif terhadap tantangan global.

Seiring moderasi inflasi inti yang membuka ruang bagi penguatan konsumsi, Mahendra menilai penting bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk terus mendorong permintaan domestik. Tanpa penguatan konsumsi rumah tangga, momentum pemulihan berpotensi terhambat oleh situasi global yang rapuh.

“Permintaan domestik masih membutuhkan dukungan lebih lanjut agar pemulihan tetap terjaga,” kata Mahendra.

OJK menilai bahwa kebijakan yang terarah, terukur, dan adaptif perlu diambil untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut meski dunia tengah menghadapi tekanan yang tidak sedikit.

Mahendra menegaskan bahwa pemerintah dan otoritas moneter harus terus mencermati perkembangan global dan menyiapkan kebijakan antisipatif. Tujuannya adalah menjaga agar perekonomian domestik terus bergerak dalam jalur pemulihan yang berkelanjutan, meski risiko eksternal masih besar.

“Kebijakan yang terarah tetap diperlukan agar momentum pemulihan tidak berhenti di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian,” tutupnya. (iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *