OPINI : Gak Lompat, Tapi Tetap Naik Level: Tips Hadapi Job Hugging

AVP External Communication Telkom Sabri Rasyid
AVP External Communication Telkom Sabri Rasyid

2. Atasan dan gayanya
Soal atasan, banyak ragam gaya atasan. Mulai dengan gaya pendiam, penyabar, politikus hingga super-galak termasuk punya pasangan atasan yang lebih galak lagi. Hahaha. Gaya atasan berbeda-beda, tapi percayalah tujuannya sama, yakni target tuntas dengan performance terbaik.

Rupanya,
Sering membawa ke hati saat ketemu atasan yang gak nyaman, ini jadi biang. Atasan dianggap sebagai lawan hanya karena gak suka dengan gaya merintahnya. Sebaliknya, saat ketemu atasan yang pendiam dan sabar, malah jadi pemalas. Merasa aman damai. Gak perlu kerja keras karena cukup ngasi alasan ini itu sebagai jawaban saat gagal mencapai target. Ini bisa jadi biang kekacauan karir.

Bacaan Lainnya

Jadi,
Kita tidak perlu baper apalagi damper (mendam perasaan) jika punya atasan yang jauh beda dengan karakter kita. Semua gaya atasan adalah sumber ilmu luar biasa. Banyak hikmah yang bisa dipetik dari mereka untuk karir ke depan. Percayalah.

3. Tugas baru dan Beban
Kelalaian lainnya,  kesal alias tidak sabaran saat mendapat instruksi untuk kerjakan hal baru. Dianggap sebagai beban. Belum selesai yang rutin, eh malah nongol tugas baru. Yang muncul, mengeluh bin malas. Disinilah letak kelalaian yang bisa mengakibatkan dicap kurang kreatif dan cenderung menolak tantangan baru. Apes dah.

Rupanya,
Tugas baru adalah tantangan baru. Tantangan ini yang akan membesarkan kita. Karir moncer justru akan terlihat jelas saat kita berani terlibat langsung dengan banyaknya tantangan. Bukan sebaliknya memilih diam sehingga semakin tenggelam.

Jadi
Beranikan diri menerima tantangan atau penugasan baru. Buat atasan terpesona dengan batasan2 baru yang kita buat. Tantangan baru, batasan baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *