OPINI Lukita Dinarsyah Tuwo : Ekonomi 5 Persen: Terlalu Nyaman dan Betah

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Itu bukan jalan yang nyaman. Alternatif yang jauh lebih masuk akal adalah kombinasi:
investasi naik, tetapi produktivitas investasi juga meningkat.

Misalnya, sebagai ilustrasi kebijakan: investasi terhadap PDB meningkat secara bertahap dari sekitar 31 persen menuju 34–35 persen, sementara ICOR membaik dari sekitar 6 menuju 5.

Bacaan Lainnya

Artinya kita bukan hanya bertanya:
“Berapa triliun investasi masuk?”
tetapi juga:
“Berapa tambahan output, ekspor, produktivitas dan pekerjaan berkualitas yang dihasilkan setiap triliun investasi?”

Kalimat kedua memang kurang menarik untuk spanduk. Tetapi jauh lebih penting bagi perekonomian.

Rahasia Terbesar Bernama Produktivitas

Kalau ingin berpindah dari pertumbuhan sekitar 5 persen menjadi 8 persen, kita membutuhkan tambahan sekitar dua percentage points pertumbuhan.

Dari mana datangnya? Secara ilustratif, tambahan itu dapat dibayangkan berasal dari:

sekitar 0,6–0,8 poin dari modal dan investasi; sekitar 0,3 poin dari tenaga kerja dan peningkatan kualitas manusia; dan sekitar 1 poin dari produktivitas.

Jadi hampir separuh tambahan pertumbuhan harus datang bukan dari bekerja lebih lama atau membangun lebih banyak, melainkan dari bekerja lebih cerdas dan menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang sama.

Inilah yang disebut Total Factor Productivity.

Produktivitas terdengar abstrak sampai kita melihat contoh sehari-hari.

Pelabuhan yang membuat kontainer keluar dalam satu hari, bukan tiga hari, adalah produktivitas.
Perizinan yang selesai satu minggu, bukan enam bulan, adalah produktivitas.

Petani yang menggunakan benih, irigasi dan data cuaca lebih baik adalah produktivitas.
Pabrik yang menggunakan mesin otomatis dan pekerja terampil adalah produktivitas.

UMKM yang masuk rantai pasok perusahaan besar adalah produktivitas. Peneliti universitas yang temuannya dipakai industri adalah produktivitas.

Dan rapat koordinasi yang benar-benar menghasilkan keputusan—bukan jadwal rapat berikutnya—barangkali juga salah satu bentuk produktivitas nasional yang sangat kita butuhkan.
Demand Tetap Penting

Pos terkait