Panen Nanas dan Pepaya Bintan Moncer, Wagub Kepri Soroti Distribusi dan Pupuk Subsidi

“Ini bukan hanya untuk kebutuhan lokal, tapi juga menopang kebutuhan masyarakat Batam,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kabupaten Bintan serta Kementerian Pertanian terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani. Kehadiran pemerintah di lapangan menjadi bukti komitmen dalam memberikan pendampingan langsung kepada petani.

Bacaan Lainnya

“Ini bukti nyata pemerintah hadir bersama petani,” imbuh Nyanyang.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan struktural yang dihadapi sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan dan tingginya harga pupuk akibat biaya distribusi logistik. Untuk itu, koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian terus dilakukan agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat lebih tepat sasaran dan terjangkau.

“Permasalahan utama selama ini adalah pupuk. Kami akan koordinasi agar pupuk subsidi bisa tersalurkan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Toapaya Utara, Said, mengungkapkan bahwa harga sejumlah komoditas seperti cabai, nanas, dan pepaya saat ini berada dalam kondisi stabil dan relatif menguntungkan bagi petani. Kondisi ini menjadi angin segar di tengah fluktuasi harga komoditas lain yang cenderung melemah.

“Harga sekarang jauh lebih baik dibanding komoditas lain yang menurun,” katanya.

Dari sisi teknis budidaya, petani sempat menghadapi kendala cuaca saat musim hujan yang memicu munculnya penyakit embun bulu pada tanaman cabai. Namun, masalah tersebut berhasil diatasi melalui penanganan yang tepat sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga.

“Memang sempat ada serangan penyakit di pucuk, tapi bisa diatasi,” jelas Said.

Produktivitas panen juga dipengaruhi oleh ketersediaan tenaga kerja. Dalam praktiknya, satu orang pekerja mampu memetik rata-rata 25 kilogram cabai dalam setengah hari, mencerminkan potensi produksi yang cukup tinggi.

Ketua Poktan Bintan Jaya, Kaharudin yang akrab disapa Ameng, menjelaskan bahwa kelompoknya mengelola lahan seluas delapan hektare yang ditanami pepaya california, nanas, dan cabai hijau. Untuk komoditas pepaya, masa tanam hingga panen perdana mencapai delapan bulan, dengan frekuensi panen setiap tiga hari sekali.

“Sejauh ini tidak ada kendala, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Harga juga masih stabil,” ungkapnya.

Dengan capaian ini, sektor pertanian Bintan dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah sekaligus penggerak ekonomi lokal, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas di Kepri.(iman)

Pos terkait