KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – PT Batam Terminal Petikemas (BTP) terus memperkuat posisi Pelabuhan Batu Ampar sebagai gerbang logistik internasional.
Setelah berhasil membangun konektivitas langsung dengan 32 pelabuhan utama di dunia, perusahaan kini mengarahkan ekspansi ke pasar yang lebih luas, yakni Timur Tengah, Eropa, hingga Australia.
Direktur PT Batam Terminal Petikemas (BTP), Capt. Basori Alwi, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya daya saing Pelabuhan Batu Ampar dalam jaringan perdagangan global.
Hingga Triwulan I/2026, performa layanan direct call menunjukkan pertumbuhan yang positif dan membuka peluang baru bagi pelaku industri di Batam.
“Pelabuhan Batu Ampar saat ini telah terkoneksi langsung dengan 32 pelabuhan dunia. Jaringan pelayaran Intra-Asia kini menghubungkan Batam dengan Bangkok di Thailand, hingga pelabuhan-pelabuhan strategis di Tiongkok seperti Shekou dan Shanghai,” ujar Basori saat ditemui KE Groups, Jumat (10/7/2026).
Memasuki Triwulan II/2026, BTP telah menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan. Salah satunya adalah pengerukan kolam dermaga yang akan dilakukan secara bertahap dari kedalaman 10 meter menjadi 12 meter.
Peningkatan kedalaman tersebut menjadi syarat penting agar kapal kelas Panamax Full berkapasitas 2.000 hingga 2.500 TEUs dapat bersandar secara optimal di Pelabuhan Batu Ampar.
Langkah ini diyakini akan meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperbesar volume ekspor dan impor melalui Batam.
Tak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur, BTP juga tengah menyusun strategi pembukaan rute direct call baru ke kawasan Middle East, termasuk Arab Saudi.
Selain itu, peluang konektivitas menuju pelabuhan-pelabuhan di Eropa dan Australia juga mulai dipersiapkan sebagai bagian dari ekspansi jaringan global.
Ekspansi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi industri di Batam, memangkas biaya logistik, serta mempercepat waktu distribusi barang ke berbagai negara tujuan.
Dengan semakin luasnya jaringan pelayaran internasional dan penguatan infrastruktur pelabuhan, Batam kian menunjukkan kapasitasnya sebagai hub logistik dan maritim internasional.
Transformasi ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan negara tetangga dan memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi utama di kawasan Asia Pasifik. (Iman Suryanto)
