Pelemahan Rupiah Tekan Ekonomi Nasional, Namun Menjadi Berkah bagi Batam

Ketua APINDO Kota Batam Dr. Rafki Rasyid, SE. MM
Ketua APINDO Kota Batam Dr. Rafki Rasyid, SE. MM

Berbagai indikator makro ekonomi nasional, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat perbankan, cadangan devisa, serta stabilitas sistem keuangan masih menunjukkan kondisi yang relatif baik.

“Kita tidak perlu terlalu cemas. Kondisi saat ini masih sangat jauh dari situasi krisis tahun 1998. Pondasi ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dan indikator makro ekonomi masih menunjukkan tren yang positif,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia optimistis pemerintah bersama Bank Indonesia memiliki instrumen yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan volatilitas pasar keuangan yang terjadi saat ini.

Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta tetap menjalankan aktivitas ekonomi secara normal tanpa harus terbawa sentimen negatif yang berlebihan.

Di sisi lain, Rafky menekankan bahwa langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah memulihkan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

Menurutnya, sejumlah lembaga pemeringkat dan analis internasional memberikan penilaian yang kurang positif terhadap pasar keuangan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memengaruhi keputusan investor global untuk mengurangi eksposur investasi mereka di Indonesia.

Akibat aksi jual yang dilakukan investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan, sementara permintaan terhadap mata uang asing meningkat sehingga memperburuk posisi rupiah.

“Pemerintah perlu fokus mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia. Jika kepercayaan kembali pulih, maka arus modal asing akan kembali masuk, IHSG menguat dan tekanan terhadap rupiah dapat berkurang,” tegasnya.

Ia menilai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan iklim investasi, menjaga kepastian hukum, meningkatkan daya saing industri, hingga memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Dengan berbagai langkah tersebut, Rafky optimistis Indonesia mampu melewati tekanan nilai tukar saat ini sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sementara bagi Batam, pelemahan rupiah justru menjadi peluang untuk memperkuat posisi sebagai pusat industri ekspor dan destinasi wisata unggulan di kawasan perbatasan. (Iman Suryanto)

Pos terkait