Dalam sesi pemaparan, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepri Anastasia Wiwik Swastiwi menyoroti pentingnya perencanaan keuangan serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Ia menilai pemikiran Raja Ali Haji memberikan fondasi moral dalam tata kelola ekonomi modern.
Sebagai bentuk dukungan nyata, OJK Kepri juga menyerahkan 17 buku literasi keuangan dengan berbagai topik, mulai dari perencanaan keuangan keluarga, literasi untuk jenjang pendidikan, calon pengantin, Pekerja Migran Indonesia, hingga perempuan cerdas keuangan.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan daerah, termasuk perwakilan Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta perwakilan media seperti Radio Republik Indonesia Tanjungpinang dan TVRI Kepri.
Melalui sinergi lintas sektor, OJK Kepri menargetkan pengembangan Pojok Literasi di perpustakaan serta program pustakawan sebagai OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI).
Langkah ini diharapkan mempercepat terbentuknya masyarakat Kepulauan Riau yang cerdas finansial, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional. (***)
