Pemikiran Raja Ali Haji Jadi Inspirasi Penguatan Literasi Keuangan di Kepri

KABAREKONOMI.CO.ID, Tanjungpinang – Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Kepulauan Riau terus diperkuat melalui pendekatan budaya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau menggelar seminar literasi keuangan bertajuk Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji di Tanjungpinang, Selasa (11/5).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat literasi, hingga masyarakat umum ini menyoroti relevansi nilai-nilai ekonomi yang diwariskan oleh Raja Ali Haji dengan tantangan sistem keuangan modern.

Seminar ini menekankan bahwa nilai etika, amanah, serta tata kelola ekonomi yang diangkat dalam pemikiran Raja Ali Haji masih sangat relevan untuk mendorong perilaku keuangan yang sehat di era digital dan globalisasi.

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen mewakili Kepala OJK Kepri Muhammad Lutfi menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Masyarakat yang cerdas keuangan mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari jeratan utang tidak produktif, serta semakin inklusif memanfaatkan layanan keuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi ini selaras dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang terus didorong OJK sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri Moh. Bisri menilai penguatan literasi keuangan berbasis budaya lokal menjadi strategi efektif dalam menjangkau masyarakat.

Menurutnya, nilai kearifan lokal dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat.

Pos terkait