Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, industri, dan mitra internasional. Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menegaskan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global.
Sementara itu, Kepala Balai Deteksi Sinyal BSSN Batam, Supapri Situmorang, menyoroti pentingnya penguatan sistem deteksi dini serta peningkatan kesadaran keamanan informasi di tengah meningkatnya ancaman siber.
Freedom250 Tech Talk juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Politeknik Negeri Batam dan U.S. Consulate for Sumatra. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan dan penyiapan talenta melalui program magang, rekrutmen lulusan, beasiswa, serta pelatihan upskilling dan reskilling.
Selain itu, kerja sama juga meliputi pengembangan pembelajaran berbasis industri melalui kurikulum bersama dan pembelajaran berbasis proyek, pelaksanaan riset terapan dan inovasi teknologi, pemanfaatan serta berbagi sumber daya, hingga penguatan kemitraan strategis dan ekosistem industri.
Melalui penandatanganan MoU ini, para pihak sepakat mendorong pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta pengembangan industri yang berorientasi pada hilirisasi teknologi, semikonduktor, energi terbarukan, dan inovasi berkelanjutan.
Menutup rangkaian kegiatan, Head of U.S. Consulate for Sumatra Lisa Podolny menyampaikan harapannya agar Freedom250 Tech Talk dan kerja sama yang terjalin dapat menjadi fondasi dialog strategis dan kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam memperkuat ketahanan siber dan membangun masa depan digital yang aman.
