Peresmian Mako Bakamla, Kepri Perkuat Pengawasan Laut dan Stabilitas Investasi

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperkuat keamanan maritim melalui sinergi bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan seluruh unsur Forkopimda.

Hal tersebut disampaikan dalam peresmian Markas Komando (Mako) Zona Bakamla Barat, Tengah, dan Timur di Jembatan 2 Barelang, Kamis (23/4/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Nyanyang menekankan bahwa kehadiran fasilitas Bakamla menjadi simbol komitmen negara dalam memastikan wilayah laut Indonesia dikelola secara aman, tertib, dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan keamanan maritim tidak hanya berdampak pada stabilitas wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan Mako Zona Bakamla ini mencerminkan komitmen negara menjaga wilayah laut secara cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri, kata Nyanyang, telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung pengawasan wilayah perbatasan dan pesisir. Salah satunya melalui sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.

Selain itu, Pemprov Kepri juga memberikan dukungan terhadap pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terluar melalui pemberian insentif sejak 2024 kepada personel TNI-Polri yang bertugas di pulau terluar.

Kolaborasi yang terjalin antara Pemprov Kepri dan Bakamla dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 6,94 persen, menjadikan provinsi ini sebagai yang tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

Tak hanya itu, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri juga meningkat menjadi 83,68 poin pada 2025, naik dari 82,21 poin pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Kepri di peringkat ketiga nasional.

Pos terkait