Pertamina Optimalkan Distribusi, Kebutuhan BBM Jalinsum Dipastikan Terpenuhi

KABAREKONOMI.CO.ID, Medan – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sepanjang Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Lintas Timur Sumatera Utara tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan penguatan distribusi BBM, khususnya dengan mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal ke sejumlah SPBU di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas pemberitaan terkait antrean kendaraan yang sempat terjadi di beberapa SPBU.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, antrean tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian dan optimalisasi distribusi, bukan karena kelangkaan pasokan. Pertamina secara intensif melakukan pengaturan distribusi serta pemantauan di lapangan guna memastikan pasokan BBM dapat tersalurkan secara merata dan optimal ke seluruh SPBU yang melayani masyarakat.

“Distribusi terus kami perkuat, termasuk koordinasi dengan pengelola SPBU, agar ketersediaan BBM tetap terjaga, terutama di titik-titik dengan permintaan tinggi,” ujarnya.

Pertamina juga memastikan bahwa ketersediaan Bio Solar di wilayah Kabupaten Asahan dalam kondisi aman. Saat ini terdapat delapan SPBU yang melayani penyaluran Bio Solar dengan stok yang dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk sektor transportasi dan logistik yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi daerah.

Selain itu, jarak antar SPBU di wilayah tersebut relatif berdekatan, sehingga masyarakat memiliki alternatif lokasi pengisian BBM apabila terjadi lonjakan antrean di salah satu titik.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas, khususnya di jalur strategis seperti Jalinsum yang menjadi urat nadi distribusi barang dan jasa di Sumatera.

Secara keseluruhan, stok BBM di wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dilaporkan berada dalam kondisi aman. Distribusi energi terus diupayakan secara maksimal untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri, periode di mana mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi cenderung meningkat signifikan.

Dalam konteks ekonomi, kelancaran distribusi BBM menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan rantai pasok tetap berjalan. Gangguan distribusi dapat berdampak pada biaya logistik dan berpotensi memicu inflasi, sehingga langkah antisipatif yang dilakukan Pertamina menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan ekonomi regional.

Pertamina turut mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan serta memanfaatkan layanan SPBU resmi agar distribusi energi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan dan produk, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135, yang siap memberikan layanan informasi selama 24 jam.(***)

Pos terkait