KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga meminta pemerintah menetapkan satu harga tertimbang Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang digunakan sebagai bahan baku biodiesel B50.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menciptakan persaingan yang adil di antara badan usaha yang mendistribusikan dan memasarkan Biosolar B50.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan implementasi B50 masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait distribusi dan pengadaan FAME yang sumber pasokannya tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami bersama Kementerian ESDM khususnya Ditjen EBTKE terus mencari solusi. Karena Pertamina Patra Niaga ini supplier Biosolar terbesar sehingga kebutuhan FAME-nya juga cukup besar,” kata Mars Ega dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu (9/9/2026).
Pasokan FAME Tersebar di Berbagai Wilayah
Menurut Mars Ega, sumber pasokan FAME yang diperoleh Pertamina Patra Niaga berasal dari berbagai lokasi. Kondisi tersebut membuat jarak antara pemasok FAME dan outlet penjualan Biosolar terkadang cukup jauh.
Perbedaan jarak tersebut kemudian menjadi tantangan dari sisi biaya distribusi dalam pelaksanaan program biodiesel B50.
Oleh sebab itu, Pertamina Patra Niaga berharap pemerintah dapat menerapkan perlakuan yang sama terhadap seluruh badan usaha yang memasarkan Biosolar B50, khususnya dalam hal penetapan harga FAME.
Pertamina Minta Equal Treatment
Mars Ega menegaskan Pertamina Patra Niaga bukan satu-satunya badan usaha yang mendistribusikan atau memasarkan produk Biosolar B50.
Karena itu, pihaknya berharap terdapat satu harga tertimbang yang dapat diberlakukan secara sama kepada Pertamina Patra Niaga maupun badan usaha lainnya.
“Di sini kami berharap terjadi equal treatment karena Pertamina Patra Niaga bukan satu-satunya badan usaha yang mendistribusikan atau memasarkan produk Biosolar B50, sehingga harapan kami ada satu harga tertimbang yang dapat diberlakukan sama antara Pertamina Patra Niaga maupun badan usaha lainnya,” ujarnya.
Ia memandang penyeragaman harga tersebut diperlukan agar persaingan dalam pengadaan FAME dapat berlangsung secara lebih adil.
Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian ESDM, khususnya Ditjen EBTKE, terus mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang muncul dalam implementasi biodiesel B50, termasuk persoalan distribusi dan pengadaan bahan baku FAME.
SUMBER: CNBC INDONESIA
