Selain sektor data center, pertumbuhan kawasan industri serta meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat juga menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan konsumsi energi di Batam.
“Pertumbuhan listrik di Pulau Batam merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Karena itu, kami perlu menyiapkan pasokan listrik yang memadai agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dalam penjajakan kerja sama tersebut, kapasitas pembangkit yang direncanakan diperkirakan berada pada kisaran 800 hingga 1.200 megawatt (MW).
Pembangkit ini, nantinya akan dibangun oleh Panbil Group, sedangkan mekanisme penyaluran listrik ke sistem PLN Batam akan dibahas melalui skema kerja sama yang akan disepakati kedua belah pihak.
Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik Batam sekaligus meningkatkan daya saing kawasan sebagai tujuan investasi, terutama bagi industri berbasis teknologi dan pusat data yang terus berkembang. (Iman Suryanto)
