PM2.5 Batam Capai 110,7 µg/m³, Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Masyarakat Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Bacaan Lainnya

Selain itu, masyarakat diminta rutin memeriksa kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.

Upaya menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh pengendara kendaraan bermotor. Apabila kondisi udara disertai asap atau kabut yang mengurangi jarak pandang, pengendara diminta mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati untuk mencegah risiko kecelakaan.

Sebagaimana diketahui, PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat halus memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

Paparan PM2.5 dapat memicu iritasi saluran pernapasan, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada orang yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi kualitas udara, terlebih ketika konsentrasi partikel halus menunjukkan angka tinggi.

Informasi kualitas udara terbaru di Batam dapat dipantau melalui laman resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25/pm25_btm2.

Pos terkait