KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Politeknik Inovasi Nusantara (Poltevara) membuka peluang memperkuat kerja sama dengan sektor perbankan untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi mahasiswa dan pelaku usaha di bidang konstruksi.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Pimpinan Cabang Bank Jatim Batam, Maria Pratista Rahayu, dengan jajaran Poltevara di Kampus Poltevara, Monde City Apartment, Tower M5, Pasir Putih, Ocarina, Batam, Kepulauan Riau.
Kedatangan Maria diterima langsung Direktur Poltevara Fandy Iood bersama Wakil Direktur II Bidang Keuangan, Junani. Pertemuan tersebut membahas sejumlah potensi kerja sama strategis yang dapat menghubungkan kebutuhan pendidikan vokasi dengan layanan perbankan.
Salah satu peluang yang dibahas adalah pembangunan fasilitas ATM Bank Jatim di area residence maupun foodcourt di lingkungan Poltevara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan transaksi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat di sekitar kampus.
Selain fasilitas perbankan, kedua pihak juga membahas pengembangan Center of Competence, khususnya melalui program sertifikasi dan pelatihan. Bank Jatim berpeluang mendukung pembiayaan sertifikasi maupun pelatihan yang dibutuhkan mahasiswa dan tenaga profesional.
Dorong Akses Pembiayaan Pendidikan
Kerja sama juga diarahkan pada perluasan akses pembiayaan pendidikan melalui skema Kredit Tanpa Agunan (KTA). Skema tersebut menjadi salah satu opsi yang dibahas untuk membantu pembiayaan mahasiswa dalam menempuh pendidikan.
Langkah ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi yang tidak hanya membutuhkan biaya perkuliahan, tetapi juga sertifikasi dan peningkatan kompetensi agar lulusan memiliki daya saing di dunia kerja.
Potensi kerja sama lainnya menyentuh sektor konstruksi. Melalui konsep construction loan, Bank Jatim dapat menghadirkan tenaga ahli perbankan untuk memberikan pelatihan praktis kepada mahasiswa.
Materi yang dapat dikembangkan antara lain penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek konstruksi, penyusunan dokumen, hingga pemahaman mengenai persyaratan awal pengajuan pembiayaan perbankan bagi kontraktor.
Kolaborasi tersebut berpotensi memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan industri kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa yang diproyeksikan terjun ke sektor konstruksi dan infrastruktur.
