KABAREKONOMI.CO.ID, LINGGA — Potensi pariwisata Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Namun, potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan secara optimal karena masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan anggaran, kepastian status lahan, infrastruktur, akses transportasi hingga jaringan telekomunikasi.
Persoalan tersebut mengemuka dalam forum group discussion (FGD) yang melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam dengan Pemerintah Kabupaten Lingga pada Selasa (12/8/2026) siang.
Ketua ISEI Cabang Batam, Dr. Suyono Saputra,l saat ditemui KE Group mengatakan bahwa, forum tersebut menjadi momentum untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang selama ini menghambat pengembangan sektor pariwisata di Lingga.
Menurut Suyono, pemerintah daerah sebenarnya telah memahami sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Persoalannya, keterbatasan fiskal membuat sejumlah program prioritas belum dapat dijalankan secara maksimal.
“Memang terlihat ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami, terutama bagaimana mengembangkan potensi yang ada. Pemerintah daerah sebenarnya sudah memahami apa yang harus dilakukan, tetapi ada keterbatasan anggaran sehingga beberapa program harus ditunda,” kata Suyono.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu persoalan yang cukup signifikan. Penurunan kapasitas anggaran tersebut turut berdampak terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan kualitas destinasi wisata.
Suyono menyebut, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Lingga mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan fiskal pemerintah daerah.
