Produktivitas Industri Naik, Wagub Nyanyang Dorong Penerapan K3 sebagai Budaya Perusahaan di Kepri

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya menjadi kewajiban hukum perusahaan, tetapi juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta daya saing investasi daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Nyanyang saat membuka webinar K3 Provinsi Kepulauan Riau yang mengangkat tema ‘Zero Harm Peak Performance, “Transforming Safety Into Your Competitive Edge”, dengan menghadirkan sejumlah praktisi dan pakar keselamatan kerja dari sektor industri pada Rabvbu (10/6/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Menurut pria yang akrab disapa Bang Nyanyang menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan cerminan peradaban dunia kerja yang menghargai kehidupan manusia. Setiap pekerja, kata dia, berhak bekerja dengan aman dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi sehat.

“Zero Harm bukan sekadar slogan, tetapi komitmen moral bahwa tidak ada kecelakaan kerja yang dapat dianggap biasa. Sementara Peak Performance menunjukkan bahwa tingkat produktivitas tertinggi hanya dapat dicapai ketika keselamatan dan kesehatan menjadi bagian dari budaya organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai pengalaman di perusahaan kelas dunia menunjukkan bahwa perusahaan yang menjadikan K3 sebagai nilai utama mampu mencatat produktivitas lebih tinggi, kualitas kerja yang lebih baik, biaya operasional yang lebih efisien, serta memiliki daya saing yang lebih kuat.

Dalam perspektif ekonomi daerah, Nyanyang menilai penerapan K3 memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan investasi.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi profesi, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja serta budaya keselamatan kerja.

Pos terkait