KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kabar menggembirakan datang bagi pengembangan ekonomi dan investasi di Kota Batam. Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Singapura dalam pertemuan The 16th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) menyepakati perluasan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam dari sebelumnya delapan pulau menjadi 22 pulau.
Dalam pertemuan The 16th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat investasi, perdagangan, ekonomi digital, energi hijau, hingga pariwisata antara kedua negara.
Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Singapura terus memperdalam kemitraan ekonomi di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok dunia dan arus investasi internasional.
Salah satu capaian terbesar yang disorot dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan investasi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Sepanjang 2025, nilai investasi di kawasan tersebut mencapai US$5,7 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini menegaskan posisi BBK sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi paling strategis di Indonesia.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong transformasi kawasan BBK sebagai motor penggerak ekonomi nasional, terutama dalam menarik investasi asing langsung (FDI), pengembangan industri berorientasi ekspor, serta pembangunan ekosistem ekonomi digital.
