“Orang Bugis-Makassar dikenal sebagai saudagar tangguh. Melalui forum ini, kita bisa saling terkoneksi, bertukar pengalaman, bahkan membangun kerja sama konkret lintas daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda KKSS untuk ikut terlibat dalam forum tersebut, agar estafet semangat kewirausahaan dan nilai-nilai budaya tetap terjaga.
Lebih lanjut, Ady berharap keikutsertaan warga KKSS Kepri tidak hanya sebatas hadir, tetapi mampu membawa gagasan dan kontribusi nyata yang berdampak bagi pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah panggung besar untuk menunjukkan bahwa saudagar Bugis-Makassar tetap menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, PSBM telah berlangsung puluhan kali dan menjadi salah satu forum terbesar diaspora Sulawesi Selatan, dengan peserta mencapai lebih dari 2.000 orang dalam satu pelaksanaan.(***)
