Tak hanya fokus menjaga stabilitas, OJK juga aktif mendorong pembiayaan program prioritas pemerintah. Hingga Desember 2025, pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah mencapai Rp149 triliun sebagai tahap awal pembangunan 80 ribu koperasi.
OJK juga menyalurkan Rp1,02 triliun untuk mendukung ekosistem Program Makan Bergizi Gratis melalui 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Di sektor hilirisasi, pengembangan ekosistem bulion mencatat transaksi 16.870 kilogram emas senilai Rp48 triliun, disertai pengembangan instrumen berbasis emas seperti ETF dan tokenisasi emas.
Sementara itu, reformasi pasar modal terus dipercepat melalui pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari kenaikan free float minimum menjadi 15 persen, pengungkapan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner), hingga penguatan tata kelola emiten.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kebijakan OJK yang dinilai sejalan dengan agenda pemerintah. Ia optimistis sinergi antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan industri keuangan mampu menjaga kepercayaan pasar sekaligus membuka lapangan kerja.
“Kami percaya masa depan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan,” kata Airlangga.
Di tengah ketidakpastian global, OJK tetap optimistis kinerja sektor jasa keuangan tahun ini berlanjut positif.
Selain memperkuat pengawasan, regulator juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memberantas aktivitas keuangan ilegal, serta mempercepat pengembangan keuangan digital dan aset kripto yang kini telah memiliki lebih dari 20 juta konsumen. (***)
