SERAMBI 2026 Digelar, Pemprov Kepri Apresiasi Peran Bank Indonesia Jaga Stabilitas Sistem Pembayaran

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira

KABAREKONOMI.CO.ID, Tanjungpinang — Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau resmi memulai rangkaian program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026, Jumat (13/2/2026).

Program tahunan ini menjadi langkah strategis otoritas moneter dalam memastikan kelancaran sistem pembayaran sekaligus memperkuat denyut ekonomi masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri—dua momentum yang secara historis selalu mendorong lonjakan konsumsi domestik.

Bacaan Lainnya

SERAMBI 2026 dirancang untuk menjamin ketersediaan uang tunai layak edar, khususnya pecahan baru yang selama ini memiliki permintaan tinggi di masyarakat. Tradisi penukaran uang baru menjelang Lebaran telah menjadi bagian dari budaya nasional, termasuk di Kepri, sehingga kebutuhan uang kartal dipastikan meningkat signifikan setiap tahunnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas kolaborasi yang terjalin bersama Pemerintah Provinsi Kepri dalam menyukseskan program tersebut.

“Pemerintah provinsi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Kepri. Kita memahami betul bahwa kebiasaan masyarakat menggunakan uang baru saat Idul Fitri sangat tinggi. Karena itu, program ini sangat membantu masyarakat untuk memperoleh uang tunai yang layak edar,” ujarnya.

Menurut Luki, tingginya kebutuhan uang kartal menjelang Lebaran bukan hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga merata hingga wilayah kepulauan. Ia menegaskan pentingnya distribusi yang adil agar masyarakat di daerah terpencil pun dapat menikmati layanan yang sama.

“Kita berharap distribusi uang baru ini bisa menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau. Tadi sudah disampaikan komitmen Bank Indonesia untuk mendistribusikan secara merata sampai ke daerah pelosok,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada penyediaan uang tunai, SERAMBI 2026 juga menjadi sarana edukasi publik terkait kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Luki mengingatkan bahwa praktik pemalsuan uang masih berpotensi terjadi, terutama saat aktivitas transaksi meningkat tajam.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan melakukan penukaran uang melalui lembaga resmi seperti perbankan atau fasilitas elektronik yang tersedia. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak menjadi korban uang palsu,” tegasnya.

Program SERAMBI 2026 juga selaras dengan upaya Bank Indonesia dalam mendorong penggunaan kanal resmi dan sistem pembayaran yang aman, baik melalui layanan perbankan, mesin ATM, maupun platform digital. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan uang layak edar, tetapi juga terlindungi dari risiko transaksi ilegal.

Dari sisi ekonomi makro daerah, kehadiran SERAMBI diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Kepri. Ketersediaan uang tunai yang cukup akan memperlancar aktivitas perdagangan, meningkatkan daya beli, serta menggerakkan sektor riil—mulai dari UMKM, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan modern.

Momentum Ramadhan dan Idul Fitri selama ini terbukti menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga. Dengan dukungan sistem pembayaran yang kuat, Bank Indonesia optimistis perputaran uang di Kepri akan meningkat secara sehat dan terkendali, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi regional.

Melalui SERAMBI 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kepri menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat—bukan hanya sebagai penjaga stabilitas moneter, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *