Sertifikasi BNSP Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi Pemandu Wisata Batam

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Asosiasi Pramuwisata Madani (APM) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata melalui program sertifikasi profesi.

Menjelang pelantikan dan pengukuhan pengurus, APM menggelar Sertifikasi Jilid 2 bagi anggota yang telah mengikuti pelatihan dan magang di sejumlah perusahaan travel mitra, Jumat (8/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Bidang Humas APM, Surya Wijaya, mengatakan sebanyak 15 anggota mengikuti sertifikasi di LSP Barelang Internasional dan seluruh proses berjalan lancar.

Sertifikasi ini menjadi syarat wajib bagi anggota yang telah menjalani pelatihan agar memenuhi standar profesional sebagai pemandu wisata bersertifikat BNSP.

“Di APM, anggota yang sudah terlatih dan magang diwajibkan melengkapi persyaratan menjadi tour guide profesional dengan sertifikasi BNSP,” ujarnya.

Saat ini APM memiliki 128 anggota, dengan sebagian besar telah mengantongi sertifikasi. Organisasi menargetkan seluruh anggota tersertifikasi sebelum pengukuhan pengurus dilaksanakan.

Hingga akhir tahun, APM menargetkan perekrutan 250 anggota baru, baik dari in-house guide maupun dari keanggotaan LAM. Target tersebut menyesuaikan meningkatnya kebutuhan tenaga pramuwisata di Batam dan Kepulauan Riau.

Dewan Pengawas APM, Tatik Manikowati, menilai program pembinaan ini mulai memberikan dampak ekonomi nyata bagi anggota baru, terutama yang direkomendasikan LAM Kota Batam. Pada periode peak season 1–3 Mei 2026, asosiasi travel agent di Batam seperti ASITA, ASPABRI, IPI, dan ASPPI merekrut anggota APM untuk magang sebagai tour guide.

Sebanyak 38 anggota yang telah terlatih diterjunkan mendampingi wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Mereka tampil dengan busana adat Melayu lengkap serta menyampaikan storytelling budaya dan pantun yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

Selain peningkatan kompetensi, APM juga menyiapkan perlindungan sosial bagi anggota. Pengurus APM, Irfan Gustaf, menyebut pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya untuk memberikan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja bagi seluruh anggota.

“Pihak BPJSTK menyambut baik rencana perlindungan bagi anggota APM,” katanya.

Sejumlah anggota yang mengikuti sertifikasi mengaku terharu atas kesempatan tersebut. Rian Ardanta dan Deni Ardanta, dua pemuda dari LAM Sagulung, kini resmi tersertifikasi dan bekerja sebagai guide in-house di perusahaan travel agent.

“Kami bersyukur bisa menjadi guide profesional dan membuktikan bahwa pemuda Melayu mampu menceritakan sejarah dan budaya kepada wisatawan mancanegara,” ujar Deni.

Program sertifikasi dan pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pariwisata, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sektor wisata di Batam dan Kepulauan Riau. (Iman)

Pos terkait