KABAREKONOMI.CO.ID, Lingga — Persoalan keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah kepulauan. Hal itu disampaikan Bupati Lingga, Muhammad Nizar, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, di Desa Melar, Kecamatan Lingga, Senin (22/6/2026).
Di sela agenda peninjauan program Sekolah Rakyat, Nizar menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat, mulai dari sulitnya akses jaringan telekomunikasi hingga persoalan krisis listrik yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
“Kondisi jaringan telekomunikasi di Lingga masih belum merata. Masih banyak daerah yang kesulitan sinyal, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan pelayanan publik,” kata Nizar.
Menurut dia, keterbatasan akses komunikasi tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga memperlemah upaya percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah yang secara geografis terpencar.
Selain persoalan sinyal, Nizar juga menyoroti kondisi pembangkit listrik yang mengalami kerusakan di beberapa titik. Hal ini menyebabkan pemadaman bergilir yang cukup sering terjadi dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kerusakan mesin pembangkit listrik membuat pemadaman bergilir masih terjadi. Ini tentu sangat mengganggu, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyatakan pemerintah provinsi akan segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lingga.
“Kami menerima seluruh masukan ini. Pemprov Kepri akan berkoordinasi dengan pihak terkait, baik penyedia layanan telekomunikasi maupun sektor kelistrikan, agar persoalan ini bisa segera ditangani,” kata Nyanyang.
Ia menegaskan, pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, termasuk memastikan akses terhadap layanan dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi.
“Kami ingin masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan hak yang sama dalam hal infrastruktur dasar. Ini menjadi fokus utama kami ke depan,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepri dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Sekolah Rakyat, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Dengan berbagai tantangan yang masih dihadapi, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan layanan di wilayah kepulauan seperti Lingga.(Iman Suryanto)
