Sosek Malindo ke-22 Resmi Ditutup, Wagub Nyanyang Optimistis Kepri Semakin Kompetitif di ASEAN

Selain itu, pembahasan juga menitikberatkan pada peningkatan konektivitas transportasi dan logistik, promosi pariwisata daerah, penempatan tenaga kerja terampil, termasuk penguatan transformasi digital sebagai fondasi pembangunan ekonomi kawasan.

Delegasi kedua negara juga diajak mengunjungi destinasi wisata sejarah Pulau Penyengat sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kepulauan Riau kepada mitra dari Malaysia.

Bacaan Lainnya

Nyanyang mengatakan, seluruh hasil pembahasan dalam pertemuan tingkat teknis maupun sidang Sosek Malindo diharapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

“Dari pertemuan ini lahir semangat baru untuk memperkuat komitmen bersama membangun dan mentransformasi kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia agar menjadi wilayah yang aman, maju, sejahtera, serta memiliki daya saing tinggi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia telah terjalin erat sejak lama. Karena itu, kolaborasi yang terus diperkuat melalui forum Sosek Malindo diyakini mampu membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, pariwisata, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Melalui penyelenggaraan Sosek Malindo ke-22 di Batam, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap hubungan persahabatan Indonesia-Malaysia semakin erat sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang utama kerja sama ekonomi regional di kawasan Selat Malaka dan ASEAN. (Iman Suryanto)

Pos terkait