“Harga di sini jauh lebih murah. Kalau bisa, bazar seperti ini diadakan setiap hari, karena sangat membantu kami,” ujarnya.
Permintaan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka berharap pemerintah daerah bersama Bulog dan instansi terkait dapat menjadikan bazar pangan murah sebagai program rutin, bukan hanya menjelang hari besar keagamaan.
Menurut warga, keberlanjutan kegiatan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat.
Selain membantu kebutuhan rumah tangga, bazar pangan murah juga dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal. Dengan tersedianya bahan pokok berharga terjangkau, tekanan inflasi dapat ditekan, sekaligus memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar menjelang Ramadhan.
Guido menambahkan, Bulog Batam akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman. Ia menegaskan, Bulog siap mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan serupa di wilayah kerja Batam dan Kabupaten Karimun.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bulog Batam siap mendukung setiap program yang bertujuan menyejahterakan masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan,” tutupnya.
Melalui bazar pangan murah ini, pemerintah bersama Bulog kembali menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan kenaikan harga pangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga roda perekonomian daerah tetap bergerak positif. (***)










