Di tengah upaya pemadaman, satu personel menjadi korban. Ia terluka saat mencoba mengendalikan api yang terus membesar. Rekan-rekannya tak tinggal diam. Prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) langsung dijalankan. Korban dievakuasi dari area berbahaya menuju titik aman.
Di sana, napasnya diperiksa. Luka ditangani. Waktu terasa melambat, tapi setiap detik berarti. Tak lama berselang, tim medis datang. Evakuasi lanjutan dilakukan. Koordinasi berjalan cepat.
Namun di balik kekacauan itu, muncul ancaman yang tak kalah berbahaya. Namun bukan dari api, melainkan dari manusia.
Ketika seluruh personel fokus pada kebakaran dan penyelamatan korban, oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi. Mereka menyusup, mencuri material dari dalam Stasiun Panaran.
Sebuah ironi di tengah krisis, ketika sebagian orang berjuang menyelamatkan, yang lain justru mengambil keuntungan.
Ketegangan itu terasa begitu nyata. Namun, di balik semua kepanikan, ada satu fakta penting. Ini adalah simulasi.
Andi Sangga, General Manager, Sales and Operation Region I PGN saat ditemui KE Group pada Selasa (9/9/2026) pagi menegaskan bahwa, skenario tersebut merupakan bagian dari latihan rutin penanganan keadaan darurat.
