Langkah distribusi ini merupakan bagian dari strategi intervensi pasar untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap terkendali, terutama di tengah dinamika ekonomi dan potensi peningkatan permintaan masyarakat.
Dari sisi ekonomi makro daerah, keberadaan cadangan pangan yang kuat memiliki dampak signifikan terhadap pengendalian inflasi, khususnya inflasi bahan makanan yang menjadi salah satu komponen utama dalam pembentukan inflasi daerah. Dengan cadangan yang cukup, Bulog memiliki fleksibilitas untuk melakukan operasi pasar apabila terjadi lonjakan harga atau gangguan distribusi.
Selain menjaga stabilitas harga, keberadaan stok yang memadai juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor perdagangan dan distribusi pangan. Stabilitas pasokan memungkinkan rantai pasok berjalan lebih efisien, mengurangi risiko gejolak harga, serta menjaga kepercayaan pasar.
Guido menambahkan bahwa Bulog Batam akan terus memperkuat manajemen stok dan mempercepat distribusi apabila diperlukan, terutama dalam menghadapi momentum peningkatan konsumsi masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala dan siap melakukan langkah stabilisasi apabila terjadi peningkatan permintaan. Bulog hadir untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga dan ekonomi masyarakat tetap stabil,” tegasnya.
Dengan cadangan pangan yang mencapai lebih dari 3.239 ton, Bulog Batam optimistis dapat terus menjalankan perannya sebagai penjaga stabilitas pangan dan pendukung ketahanan ekonomi daerah, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.(iman)
