HKTI juga berperan mendorong sinergi antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya agar keseimbangan pasokan dan permintaan dapat terjaga.
Bibit Cabai hingga Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Untuk memperkuat sektor pertanian, pemerintah menjalankan sejumlah dukungan, mulai dari fasilitasi pupuk dengan harga terjangkau hingga bantuan pertanian melalui kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi Kepri.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembagian bibit cabai melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kepri. Program ini diarahkan untuk mendorong masyarakat dan petani mengembangkan produksi cabai sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan menekan tekanan inflasi.
Selain dukungan produksi, perlindungan sosial bagi petani juga menjadi perhatian. Program BPJS Ketenagakerjaan bagi petani yang sebelumnya mencakup sekitar 11.000 orang pada tahun lalu kini tercatat lebih dari 9.700 orang.
Perlindungan tersebut penting untuk memberikan jaminan kepada petani dalam menghadapi risiko pekerjaan. Keberlanjutan program perlu didukung pendataan dan koordinasi agar semakin banyak petani yang memenuhi kriteria dapat memperoleh perlindungan.
Penguatan ketahanan pangan juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepolisian, TNI, imigrasi, dan kejaksaan, sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi, pengawasan, serta menjaga ketersediaan bahan pangan di wilayah kepulauan,” jelasnya.
Selain peternakan dan perikanan, pengembangan komoditas pertanian seperti cabai, jagung, sagu, singkong, dan berbagai jenis palawija dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi pangan Kepri.
