Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya’bani, mengatakan, “Kami menyadari bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan. Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami ingin menghadirkan wadah kolaborasi yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi. Kami percaya bahwa upaya pelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.”
Kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ekosistem mangrove yang penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Selain berfungsi menyerap karbon dioksida dari atmosfer, mangrove juga berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut yang mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir.
Telkomsel merancang Telkomsel Jaga Bumi Movement untuk memantik partisipasi publik melalui tiga pilar aksi:
1. Telkomsel Jaga Bumi Future Impact Challenge: Kompetisi nasional yang mengundang generasi muda berusia 15–35 tahun untuk beradu gagasan dan aksi nyata dalam menciptakan solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Telkomsel membuka pendaftaran mulai 22 April hingga masa kurasi pada 5-10 Juli 2026. Peserta terbaik akan mempresentasikan ide mereka pada sesi final pitching pada 15 Juli, sebelum sesi awarding di Yogyakarta pada 18 Juli 2026.
2. Talkshow Series: Telkomsel mempertemukan praktisi, pakar dan komunitas peduli lingkungan bersama pelaku industri dalam enam sesi diskusi dengan beragam topik dan tema mengenai isu iklim, ekonomi sirkular dan masa depan lingkungan yang berlangsung dari 19 Mei hingga 16 Juli 2026.
3. Penanaman Pohon & Lokakarya: Telkomsel juga mengajak komunitas peduli lingkungan untuk turun langsung ke empat titik strategis dalam gelaran Telkomsel Jaga Bumi Lestari untuk melakukan penanaman pohon dan lokakarya bersama warga lokal, yakni di Ciampea Bogor (4–6 Juni), Palu (18–20 Juni), Pesisir Selatan Sumatera Barat (2–4 Juli), dan Kulon Progo Yogyakarta (16–18 Juli 2026).
Tukar Poin jadi Pohon dan Sulap Limbah Plastik
Selain menyasar generasi muda, Telkomsel juga mempermudah ratusan juta pelanggannya untuk menjadi pahlawan lingkungan dari genggaman tangan. Berkolaborasi dengan platform Jejak.in, Telkomsel kembali membuka program Carbon Offset. Pelanggan cukup menukarkan 5.000 Telkomsel Poin (setara 0,1 pohon) atau 50.000 Telkomsel Poin (setara 1 pohon) melalui MyTelkomsel super app atau SMS. Telkomsel akan mengirimkan laporan perkembangan pohon tersebut langsung ke email pelanggan secara berkala.
