KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Digitalisasi sistem pembayaran Indonesia terus menunjukkan kemajuan pesat, salah satunya melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P di sela-sela Bincang Bareng Media BI Kepri pada Selasa (30/12/2025) pagi, mengatakan bahwa fitur pembayaran lintas negara yang memungkinkan wisatawan asing bertransaksi langsung menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking dari negara asal ini terbukti menjadi pendorong signifikan bagi aktivitas ekonomi di daerah tujuan wisata, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Terbaru, berdasarkan data Bank Indonesia menunjukkan bahwa akseptasi dan penggunaan QRIS Cross Border mencatat pertumbuhan luar biasa sepanjang 2023–2025.
Lonjakan terjadi baik dari sisi jumlah transaksi, nominal transaksi, hingga adopsi pelaku usaha. Kepri menjadi salah satu daerah dengan kenaikan transaksi inbound tertinggi, terutama dari wisatawan asal Thailand, Malaysia, dan Singapura.
QRIS Cross Border dengan Thailand yang telah berlaku sejak 29 Agustus 2022 terus menunjukkan hasil positif. Pada 2023, transaksi inbound dari Thailand ke Kepri baru berada di angka 26 transaksi. Namun setelah memasuki 2024 dan 2025, lonjakan terlihat sangat signifikan.
“Pada 2025 (sampai November), jumlah transaksi inbound dari Thailand mencapai 1.146 transaksi, melonjak 128% year-on-year. Kenaikan ini berbanding lurus dengan nominal transaksi yang masuk, yakni mencapai Rp42,82 miliar, atau tumbuh 492% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” tegasnya.
Peningkatan drastis ini menandakan makin luasnya penggunaan QRIS oleh wisatawan Thailand ketika berkunjung ke Kepri. Kebutuhan transaksi di sektor kuliner, hotel, ritel, dan transportasi menjadi pemicu utama, diikuti semakin besarnya jumlah merchant lokal yang telah menerima pembayaran QRIS lintas negara.
