Tinggi Muka Air Waduk Naik, Ketahanan Air Batam Dukung Stabilitas Ekonomi

Ariastuty Sirait, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam
Ariastuty Sirait, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam

KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Ketersediaan air baku di Kota Batam berada dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan data tinggi muka air (TMA) dan curah hujan waduk per Rabu, 25 Februari 2026, sejumlah waduk utama di Batam tercatat berada di atas ambang batas top spill atau mendekati kapasitas maksimal.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat dihubungi pada Kamis (26/2/2026) malam, membenarkan hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, berdasarkan data yang dimilikinya, menunjukkan Waduk Sei Harapan mencatat TMA +9,61 meter dari dasar waduk, melampaui top spill +9,50 meter. Kondisi serupa terjadi di Waduk Sei Ladi dengan TMA +19,03 meter, sedikit di atas top spill +19,00 meter. Waduk Sei Rempang juga tercatat +4,65 meter, melewati top spill +4,60 meter.

Sementara itu, Waduk Sei Nongsa berada di +9,05 meter (top spill +10,00 meter), Waduk Duriangkang +6,99 meter (top spill +7,50 meter), Waduk Muka Kuning +23,04 meter (top spill +25,00 meter), dan Waduk Sei Tembesi +7,21 meter (top spill +7,50 meter). Seluruh waduk tercatat tanpa curah hujan (0 mm) pada hari yang sama.

“Secara ekonomi, kondisi ini memberi sinyal positif terhadap stabilitas pasokan air baku bagi sektor rumah tangga maupun industri. Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan sangat bergantung pada ketersediaan air dari waduk-waduk tersebut untuk mendukung aktivitas manufaktur, galangan kapal, hingga kawasan perdagangan bebas,” jelasnya.

Tingginya TMA di sejumlah waduk mencerminkan cadangan air yang memadai, sehingga risiko gangguan distribusi air dalam jangka pendek relatif kecil. Stabilitas suplai air menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi dan keberlanjutan operasional industri di Batam.

Di sisi lain, kondisi waduk yang melampaui top spill juga perlu dikelola dengan pengaturan pintu air dan sistem pengendalian debit agar tidak menimbulkan limpasan berlebih, terutama jika terjadi hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Dengan cadangan air yang saat ini cukup kuat, pelaku usaha dan masyarakat di Batam dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang, sementara pengelola waduk tetap perlu menjaga keseimbangan antara optimalisasi pasokan dan mitigasi potensi risiko hidrologi,” tegasnya. (Iman Suryanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *