Meski demikian, Harsono menegaskan bahwa dirinya dan masyarakat Tanjung Pantun pada prinsipnya setuju dengan adanya peremajaan kawasan.
Ia menilai pembangunan adalah hal yang positif selama dilakukan dengan konsep yang matang dan berpihak pada keindahan serta kearifan lokal Batam.
“Kita setuju dengan permajuan kawasan ini. Tapi caranya harus jelas. Nanti harus dibuat indah, sesuai dengan keadaan dan karakter Batam,” pungkasnya.
Pernyataan Harsono ini menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan agar proses peremajaan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, sejarah, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. (Iman Suryanto)
