Transaksi Digital Wisatawan Asing di Kepri Meroket, Singapura dan Thailand Ikut Tumbuh

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kinerja transaksi QRIS lintas negara (cross border) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam dua tahun terakhir. Peningkatan terjadi baik dari sisi volume maupun nominal transaksi, dengan kontribusi terbesar berasal dari wisatawan dan pengguna asal Malaysia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto disela-sela membuka Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 mengatakan bahwa, tren positif ini menjadi indikator semakin kuatnya integrasi sistem pembayaran digital antarnegara, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepri.

Bacaan Lainnya

“Transaksi QRIS cross border di Kepri menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Ini mencerminkan kepercayaan dan kemudahan yang dirasakan wisatawan mancanegara dalam bertransaksi secara digital di wilayah Kepri,” ujar Rony.

Berdasarkan data hingga November 2025, transaksi QRIS cross border inbound dari Malaysia menjadi yang terbesar dibandingkan negara lain.

Pada 2023 (Juli–Desember), volume transaksi inbound Malaysia di Kepri tercatat sebanyak 2.524 transaksi dengan nominal Rp466,97 juta. Angka tersebut melonjak drastis pada 2024 menjadi 30.009 transaksi dengan nominal Rp7,86 miliar atau tumbuh 1.089 persen (yoy) dari sisi volume.

Memasuki 2025 (hingga November), lonjakan semakin tajam. Volume transaksi mencapai 149.231 transaksi dengan nominal Rp43,55 miliar. Secara tahunan, volume tumbuh 498 persen (yoy), sementara nominal meningkat 685 persen (yoy).

Secara nasional, transaksi inbound Malaysia juga menunjukkan pertumbuhan tinggi dengan volume mencapai 4,78 juta transaksi dan nominal menembus Rp1,08 triliun pada 2025.

Rony menilai dominasi Malaysia sangat wajar mengingat kedekatan geografis dan tingginya mobilitas wisatawan Malaysia ke Batam, Bintan, dan wilayah Kepri lainnya.

“Kepri merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan Malaysia. Implementasi QRIS cross border mempermudah mereka bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai,” jelasnya.

Sementara itu, transaksi inbound dari Thailand juga menunjukkan pertumbuhan positif sejak implementasi pada 29 Agustus 2022.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *