Dilihat dari asal negara, wisatawan dari Singapura masih menjadi kontributor terbesar kunjungan wisman ke Kepri dengan porsi 39,95%. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebesar 23,30%.
Sementara itu, pasar wisata dari Asia lainnya juga menunjukkan kontribusi penting, antara lain, WIsman Tiongkok 6,04 persen; India 4,76 Persen; dan Filipina 1,82 Persen.
Dominasi negara-negara tetangga menegaskan posisi Kepri sebagai destinasi wisata lintas batas yang strategis, terutama untuk perjalanan singkat (short getaway).
Sejalan dengan naiknya wisman, sektor perhotelan juga mencatat perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 mencapai 44,20%, naik 2,19 poin secara tahunan (year-on-year).
Namun demikian, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel sedikit menurun menjadi 1,76 malam, turun 0,06 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan mayoritas wisatawan masih melakukan kunjungan singkat.
Kombinasi peningkatan kunjungan wisman dan membaiknya okupansi hotel memberi sinyal positif bagi ekonomi daerah. Kinerja ini berpotensi mendorong sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, ritel, hingga UMKM lokal.
Ke depan, tantangan utama adalah menjaga momentum pertumbuhan wisman sekaligus mendorong kembali pergerakan wisata domestik agar pemulihan pariwisata Kepri semakin kuat dan berkelanjutan. (Iman)










