KABAREKONOMI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyambut positif kebijakan Pemerintah Pusat yang memberikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga khusus bagi nelayan.
Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang menjadi tulang punggung daerah kepulauan.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada nelayan yang selama ini menghadapi tingginya biaya operasional saat melaut.
Menurutnya, akses terhadap energi dengan harga yang lebih terjangkau akan meningkatkan produktivitas nelayan, memperbesar hasil tangkapan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.
Berdasarkan data yang dirilis, program BBM harga khusus menyasar 58.258 nelayan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Dimana Kota Batam menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat terbesar, yakni 16.087 nelayan, disusul Kabupaten Bintan sebanyak 9.145 nelayan, Tanjungpinang 8.388 nelayan, Natuna 8.270 nelayan, Karimun 7.392 nelayan, Anambas 4.975 nelayan, serta Lingga 4.215 nelayan.
