Jika petani, koperasi, pemerintah, perguruan tinggi, BUMD dan pelaku usaha dapat bergerak dalam satu ekosistem, maka sektor pertanian Kepri tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Kalau kita HKTI yang menjadi motor penggerak daripada ekonomi agriculture ataupun agroculture ini bisa berjalan,” ujarnya.
Melalui Rakerda I tersebut, HKTI Kepri menargetkan konsolidasi organisasi tidak berhenti pada agenda internal, tetapi diterjemahkan menjadi program konkret yang mampu meningkatkan produktivitas petani, memperpendek rantai distribusi, membuka akses pasar dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan pangan di wilayah kepulauan. (Iman Suryanto)
