KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Pemerintah Kota Batam resmi meluncurkan pengoperasian 19 unit Bus Trans Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (26/5).
Penambahan armada ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarkawasan ekonomi, meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, sekaligus mempercepat transformasi transaksi digital di Kota Batam.
Peluncuran tersebut dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam yang mewakili Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Yusfa Hendri pada Selasa (26/5/2026) pagi.
Dalam keterangannya, pemerintah menjelaskan bahwa pengadaan armada baru menggunakan skema Buy The Service (BTS) atau pembelian layanan transportasi melalui kemitraan dengan operator, bukan melalui pembelian langsung menggunakan APBD maupun APBN.
Melalui skema tersebut, penyedia atau mitra bertanggung jawab menyediakan kendaraan, pemeliharaan, hingga operasional armada. Sementara pemerintah melakukan pembayaran layanan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Menurut Pemko Batam, model ini menjadi solusi atas tantangan selama ini, terutama lamanya proses pengadaan maupun peremajaan armada jika hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat.
“Dengan sistem kemitraan ini, pelayanan bisa lebih cepat hadir kepada masyarakat tanpa harus menunggu antrean bantuan armada. Ini bentuk inovasi layanan publik yang diapresiasi pemerintah pusat,” terang Yusfa.
Selain mempercepat penyediaan armada, skema BTS juga diharapkan menciptakan layanan transportasi publik yang lebih modern, nyaman, aman, dan berkelanjutan.
Penambahan 19 armada baru memperluas jaringan layanan Trans Batam yang selama ini telah menghubungkan berbagai titik strategis melalui konsep konektivitas port to port dan port to destination.
Hampir seluruh pelabuhan utama di Batam kini terintegrasi dengan layanan Trans Batam. Penumpang domestik maupun wisatawan internasional yang tiba melalui pelabuhan dapat langsung melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi publik menuju pusat aktivitas seperti Batam Center, Nagoya, hingga kawasan permukiman dan bisnis lainnya.









