KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasuki usia ke-24 tahun. Momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan perjalanan administratif sebuah provinsi, tetapi juga menjadi pengingat panjangnya proses perjuangan masyarakat dalam membangun daerah kepulauan yang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan Indonesia.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri sebagai momentum memperkuat keharmonisan, kolaborasi, dan sinergi pembangunan.
Menurut Nyanyang, perjalanan 24 tahun Provinsi Kepri merupakan bagian dari proses panjang untuk mewujudkan daerah yang semakin maju, berdaya saing, sekaligus mampu memberikan kesejahteraan yang lebih merata kepada masyarakat di seluruh wilayah kepulauan.
“Usia 24 tahun merupakan momentum penting bagi kita untuk terus memperkuat sinergi, menjaga keharmonisan, serta memajukan pembangunan di seluruh penjuru Kepri. Mari kita satukan langkah demi mewujudkan Kepulauan Riau yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Nyanyang.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan karakter geografis Kepri yang berbeda dengan sebagian besar provinsi di Indonesia. Wilayah Kepri tersebar dalam gugusan pulau dengan sebagian besar wilayahnya berupa laut.
Pemerintah Provinsi Kepri mencatat wilayah administratif provinsi ini mencakup lima kabupaten dan dua kota, yakni Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.
Kepri juga memiliki sekitar 2.408 pulau besar dan kecil. Secara keseluruhan, luas wilayahnya mencapai sekitar 230.714,69 kilometer persegi, dengan sekitar 96 persen merupakan wilayah laut dan sekitar 4 persen wilayah daratan.
Kondisi tersebut membuat pembangunan Kepri memiliki tantangan tersendiri. Pemerataan infrastruktur, konektivitas antarpulau, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, hingga pengembangan wilayah perbatasan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan.
Karena itu, Nyanyang menilai pembangunan Kepri membutuhkan kebersamaan seluruh elemen, bukan hanya pemerintah daerah.
Semangat kolaborasi tersebut diperlukan agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pertumbuhan seperti Batam dan Tanjungpinang, tetapi juga menjangkau masyarakat yang berada di pulau-pulau kecil, kawasan pesisir, serta wilayah perbatasan.











