Menurut dia, QHSE tidak hanya dipandang sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi menjadi fondasi untuk menghadirkan operasional bandara yang aman, nyaman dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Penerapan QHSE di Bandara Internasional Hang Nadim dilakukan secara terintegrasi dalam aktivitas operasional.
Sistem tersebut mencakup peningkatan kualitas layanan, perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja melalui Safety Management System (SMS) hingga pengelolaan dampak lingkungan.
Implementasinya juga ditopang peningkatan kompetensi, pengelolaan risiko, pengawasan operasional, kepatuhan terhadap standar dan prosedur serta perbaikan berkelanjutan.
Bagi Batam yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan pintu gerbang internasional, penguatan standar keselamatan dan kualitas layanan bandara menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keandalan konektivitas.
Bandara yang aman dan andal tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan penumpang, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas bisnis serta konektivitas industri dan pariwisata.
Anton menegaskan penghargaan IQSA 2026 bukanlah tujuan akhir bagi PT BIB. Capaian tersebut justru menjadi dorongan untuk terus melakukan inovasi dan mempertahankan budaya kerja unggul.
“Kami harap, Bandara Internasional Hang Nadim dapat terus berkembang sebagai bandara yang aman, andal, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, perekonomian Batam, dan kemajuan industri penerbangan nasional,” katanya.











