34 Tim Tortor Unjuk Kebolehan di Batam, 10 Terbaik Melaju ke Final 28 November

“Dewan juri saat ini menyaring seluruh penampilan 34 tim di babak penyisihan tadi untuk memilih 10 tim terbaik ke final 28 November 2026. Semua tim tortor tadi semuanya bagus-bagus,” ujar Mangihut.

Menurutnya, festival ini tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kebersamaan masyarakat Batak, khususnya yang berada di perantauan, untuk terus menjaga dan memperkenalkan kebudayaan warisan leluhur.

Bacaan Lainnya

Di balik kemeriahan pertunjukan, tortor menyimpan filosofi kehidupan yang begitu dalam bagi masyarakat Batak.

Tortor bukan sekadar rangkaian gerakan tubuh mengikuti irama musik tradisional. Kesenian ini merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial, adat istiadat, hingga hubungan antargenerasi masyarakat Batak.

Dalam berbagai kegiatan adat, tortor menjadi media untuk menyampaikan rasa hormat, sukacita, penghargaan kepada orang tua, serta mempererat hubungan kekeluargaan.

Setiap gerakan tangan, posisi tubuh, hingga irama musik pengiring memiliki makna tersendiri. Karena itu, keindahan tortor tidak hanya terletak pada keserasian gerakan atau kemegahan busana adat, tetapi juga pada pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu filosofi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Batak adalah Dalihan Na Tolu.

Falsafah ini menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial dan menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat. Di dalamnya terkandung tiga prinsip utama, yakni menghormati hula-hula, menghargai dongan tubu, serta menyayangi dan melindungi boru.

Pos terkait