7.782 Laporan Penipuan, OJK Kepri Ajak Industri Perkuat Sistem Keamanan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif PERBANAS Pusat Eka Sri Dana Afriza menyampaikan bahwa perkembangan sistem keuangan yang semakin terintegrasi menuntut kesiapan industri dalam mengelola risiko secara lebih efektif, responsif, dan tepat sasaran.

“Industri perbankan perlu terus proaktif melalui penguatan fungsi investigasi, pemanfaatan teknologi analisis data, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia,” ujar Eka.

Bacaan Lainnya

Eka juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan industri dalam membangun sistem keamanan yang kokoh.

“Implementasi kebijakan Bank Indonesia dan OJK secara konsisten akan mendukung terciptanya sistem keamanan yang tangguh dan stabil di sektor perbankan dan keuangan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau sekaligus perwakilan Ketua BMPD Kepulauan Riau, Ardhienus, menegaskan bahwa risiko siber dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga perlu dikelola secara optimal melalui penguatan manajemen risiko yang berkelanjutan.

Seminar tersebut turut dihadiri Ketua PERBANAS Batam Kepulauan Riau Lenny serta menghadirkan narasumber dari industri, akademisi, dan regulator, yaitu Senior Adviser Fraud Banking Investigation BCA sekaligus Ketua Komite Kerja Siber Fraud PERBANAS Wani Sabu, Ketua DPW DKI Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Nusantara Arief Wibowo, serta Manajer Departemen Pelindungan Konsumen OJK Mita Rike Novilia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *