900 Siswa, Hanya 23 Kelas: Begini Kondisi SMKN 8 Batam yang Disidak Wagub Kepri

Ia menyebut kompetensi pengelasan menjadi salah satu bidang yang banyak diminati karena memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di Batam dan Kepri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan persoalan kelebihan jumlah siswa merupakan dampak dari tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan vokasi.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, pemerintah berupaya mengatur kembali jumlah rombel sesuai kapasitas sekolah sekaligus mendorong penerapan sistem dua shift.

“Kalau sudah dua shift, insyaAllah ini selesai sebenarnya,” kata Andi Agung.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus mengupayakan pembangunan serta penambahan fasilitas pendidikan. Sebelumnya, Pemprov Kepri telah menjalankan program revitalisasi sejumlah SMA/SMK di Batam, termasuk empat ruang kelas baru di SMKN 8 yang masuk dalam program revitalisasi 2025.

Pada 2026, pemerintah pusat juga mengalokasikan program revitalisasi untuk satuan pendidikan di Kepri. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menyebut 107 satuan pendidikan di Kepri menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp97 miliar.

Pemprov Kepri juga telah memulai pembangunan dua SMK negeri baru di Batam, yakni SMKN 13 di Tanjung Buntung dan SMKN 14 di Tanjunguncang, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi tingginya kebutuhan daya tampung pendidikan vokasi.

Wagub Nyanyang juga mengatakan Pemprov Kepri terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penambahan ruang kelas baru.

“Tahun ini kita mendapatkan 100 miliar untuk ruang kelas baru. Mudah-mudahan kita bisa terbangun di SMK yang menjadi prioritas di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas sekolah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi siswa.

Bagi SMKN 8 Batam, penerapan dua shift diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi penggunaan koridor sebagai tempat belajar.

Sementara pembangunan ruang kelas dan fasilitas praktik menjadi bagian dari solusi jangka panjang agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan sesuai kapasitas sekolah.(Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *