KABAREKONOMI.CO.ID, NATUNA – Arus masuk komoditas hortikultura ke Kabupaten Natuna terus mendapat pengawasan ketat dari Balai Karantina Kepulauan Riau (Kepri). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan yang masuk ke wilayah perbatasan tersebut tetap aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, menjelaskan bahwa kebutuhan sayuran dan buah-buahan di Natuna masih banyak dipasok dari daerah lain melalui jalur transportasi laut. Kapal RoRo menjadi moda utama yang mengangkut berbagai komoditas pertanian menuju Natuna.
“Selama ini pemasukan sayuran berasal dari Bintan dan buah-buahan berasal dari Sambas. Ketika sayur dan buah-buahan masuk Natuna maka dilakukan pemeriksaan,” ujar Hasim saat ditemui awak media pada Kamis (11/10/2026) pagi.
Menurutnya, pemeriksaan menjadi langkah penting mengingat komoditas hortikultura tergolong barang mudah rusak (perishable). Perjalanan laut yang cukup panjang berpotensi memengaruhi kualitas produk sehingga diperlukan pengawasan sebelum komoditas tersebut beredar di pasar.
Setiap media pembawa komoditas pertanian yang masuk ke Natuna wajib melalui pemeriksaan karantina. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan produk tetap dalam kondisi baik dan memenuhi standar keamanan pangan.
“Kami ingin memastikan apa yang akan dikonsumsi masyarakat Natuna adalah produk yang segar, sehat, dan layak dikonsumsi. Ini sudah menjadi komitmen kami dalam menjalankan tugas,” tegas Hasim.










