Berdasarkan data Karantina Kepri menunjukkan, pada 4 Juni 2026 kapal RoRo asal Bintan tiba di Natuna dengan membawa 6.640 kilogram sayuran. Komoditas tersebut terdiri dari bunga kol, brokoli, wortel, kentang, labu siam, terong, dan ketimun.
Sementara itu, pada 7 Juni 2026 kapal RoRo yang datang dari Sambas membawa 8.195 kilogram buah-buahan. Muatan tersebut terdiri dari jeruk, nanas, buah naga, melon, dan semangka.
Secara total, pasokan hortikultura yang masuk ke Natuna dalam periode tersebut mencapai 14.835 kilogram atau hampir 15 ton, menunjukkan tingginya kebutuhan pangan masyarakat Natuna yang masih bergantung pada distribusi antarwilayah.
Pengawasan karantina tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung stabilitas pasokan pangan dan aktivitas ekonomi daerah. Dengan kualitas produk yang terjamin, distribusi komoditas pertanian dapat berjalan lebih lancar dan memberikan kepastian bagi pedagang maupun konsumen.
Selain itu, setiap komoditas yang telah memenuhi persyaratan kesehatan dan dinyatakan layak konsumsi akan memperoleh Sertifikat Pelepasan (K-9.2) sebagai bukti bahwa produk telah melalui proses pemeriksaan karantina.
Karantina Kepri juga mengingatkan seluruh pengguna jasa agar melaporkan setiap pemasukan media pembawa komoditas pertanian kepada petugas karantina. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus mencegah masuknya organisme pengganggu tumbuhan yang dapat mengancam sektor pertanian.
Dengan pengawasan yang konsisten, pemerintah berharap kebutuhan pangan masyarakat Natuna tetap terpenuhi, kualitas komoditas terjaga, dan rantai distribusi pangan di wilayah perbatasan dapat berjalan secara berkelanjutan. (IMAN SURYANTO)










