Pangkalan ‘Aim Gas’ Keluhkan HET Rp18 Ribu Tak Lagi Sesuai Realita

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG – Suara penolakan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG 3 kilogram sebesar Rp18.000 yang dinilai sudah kedaluwarsa terus mengalir deras dari wilayah Tanjungpinang Timur.

Wilayah dengan konsentrasi penduduk yang padat ini membuat pangkalan-pangkalan lokal harus menahan beban operasional ekstra demi mengamankan pasokan energi bersubsidi bagi warga komplek.

Bacaan Lainnya

Kondisi pelik tersebut dirasakan langsung oleh pengelola Pangkalan LPG 3 Kg resmi “Aim Gas” yang berlokasi di Perumahan Griya Permata Baru Blok C No. 10, Jalan Mangga/Dve Purbo, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Beroperasi di area hunian yang padat, pangkalan ini setiap pekannya menjadi andalan utama bagi ratusan rumah tangga sasaran di area sekitar.

“Sebagai pangkalan resmi di lingkungan perumahan, kami berkomitmen penuh melayani warga dan menjaga harga tetap sesuai aturan pemerintah, yaitu Rp18.000 per tabung. Namun jika jujur melihat pengeluaran operasional hari ini, angka HET peninggalan masa lalu itu sudah sangat tidak layak bagi kami,” ungkap perwakilan pengelola Pangkalan Aim Gas saat ditemui di lokasi pangkalannya, Rabu (15/7/2026).

Pihak pangkalan menjelaskan bahwa biaya merawat kelangsungan usaha di area perumahan kini kian membengkak.

Mulai dari ongkos angkut, akomodasi transportasi lansiran dari agen, hingga biaya penyusutan fasilitas tempat penyimpanan tabung baja terus merangkak naik mengikuti laju inflasi Kota Tanjungpinang selama bertahun-tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *